Category Archives: Kemahasiswaan

Kemahasiswaan FKM UNEJ

Kesempatan Kerja Paruh Waktu bagi Mahasiswa – Garwita

Sebuah lembaga Konsultan Psikologi, Garwita bekerjasama dengan RS Baladhika Jaya (DKT) Jember memberi kesempatan pada mahasiswa bidang kesehatan untuk bekerja paruh waktu sebagai anggota tim paliatif. Bagi mahasiswa yang berminat dapat mengajukan lamaran kerja selambatnya, Jum’at, 4 November 2016. Continue reading

Published by:

Jalan Sehat Peringatan Dies Ke-14 FKM Unej

Ratusan peserta memadati lapangan parkir  Gedung Sutarjo Universitas Jember pada hari minggu 23 Oktober 2016. Pada pagi yang cerah tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember menggelar peringatan Dies Natalies ke -14 FKM Universitas Jember sekaligus pembukaan Bulan Kesehatan Jember 2016. Agenda peringatan dies natalis kali ini dikemas dalam suasana santai berupa kegiatan senam pagi dan jalan sehat. Unsur pimpinan FKM menunujukan kekompakannya dengan turut hadir secara lengkap pada acara tersebut, mulai dari Dekan dan tiga Pembantu Dekan serta Kabag Tata Usaha dengan tiga Kasubbag. Continue reading

Published by:

Penawaran Beasiswa Yayasan Salim 2016/2017

Yayasan Salim memberi kesempatan pada 3 mahasiswa Universitas Jember untuk memperoleh Beasiswa Salim Tahun Akademik 2016/2017.

Persyaratan :

  1. Mahasiswa yang aktif kuliah dan berada maksimal Semester VII.
  2. Berasal dari keluarga kurang mampu.
  3. Tidak sedang menerima beasiswa atau diusulkan menerima beasiswa dari sumber lain.
  4. Memiliki Indeks Prestasi Minimal 2.80 pada dua semester terakhir.

Continue reading

Published by:

Mahasiswi FKM menjadi Juara di UNS

Menurut ILO penyakit saluran pernapasan merupakan penyebab kematian tertinggi ke-3, yakni sebesar 21%. Di dunia kerja gangguan pernapasan tersebut dapat dicegah dengan menggunakan APD berupa masker. Masker yang biasa digunakan oleh pekerja sejenis NP 305 dan NP 306 dilengkapi catridge didalamnya yang berfungsi untuk menyerap debu-debu logam dengan ukuran kecil, namun pada penerapannya catridge tersebut tidak memiliki indicator kejenuhan yang mengakibatkan pekerja harus mengalami sesak napas terlebih dahulu untuk mengetahui catridge sudah jenuh, serta harganya yang cukup mahal yakni berkisar Rp. 12.000 – Rp.15.000. Continue reading

Published by:
%d bloggers like this: