Berqurban dengan Ketaqwaan

Berita Kegiatan Kemahasiswaan

Alllahu Akbar 3x. Laa Illaha Ilallah Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lillah ilham.

Gema takbir berkumandang seantero bumi pada 10 Dzulhijjah 1439 H. Seluruh muslim bergembira memperingati Hari Raya Idul Adha. Sebagian dari mereka sedang melaksanakan ibadah haji, sementara sebagian yang lain menjalankan ibadah qurban. Sebuah Ibadah yang dilaksanakan dalam rangka memenuhi seruan  Allah swt dalam QS. Al Kautsar 1-2 yang artinya,”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka dirikanlah shalt karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

Tak ketinggalan pula dengan sivitas akademika FKM Universitas Jember yang turut melaksanakan ibadah qurban yang merupakan partisipasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan FKM. Hewan qurban meliputi satu ekor yang sapi yang merupakan patungan dari :

  1. Bapak Husni Abdul Gani
  2. Ibu Irma Prasetyowati
  3. Bapak Andrei Ramani
  4. Bapak Moh. Arham
  5. Bapak Khoiron
  6. Bapak Isa Ma’rufi
  7. Ibu Iken Nafikandini

Serta empat ekor skambing yang merupakan sumbangan qurban dari :

  1. Ibu Farida Wahyu Ningtyias
  2. Ibu Nur Syahida Sumilir
  3. Bapak Ateng orbayanto dan
  4. Sdr Robith Rifqi Imas (alumni)

Kesemua hewan qurban disembelih pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018 lalu. Nampak Dekan dan Wakil Dekan I hadir saat prosesi penyembelihan qurban yang dilaksanakan di halaman belakang kampus FKM Universitas Jember. Daging qurban selanjutnya dibagikan pada penduduk sekeliling kampus FKM serta beberapa tempat yang lain di luar kampus Universitas Jember.

Sehari sebelum penyembelihan hewan qurban, UKMKI Ash Shihah selaku pelaksana kegiatan Qurban di FKM Universitas Jember, menyelenggarakan kajian menjelang berbuka yang dilanjutkan dengan buka bersama bagi mahasiswa yang menjalankan puasa sunah arafah.

Kajian tersebut membedah firman Allah swt pada QS. Al Hajj : 34 yang artinya,”Daging-daging dan darah (hewan qurban ) itu sekali-kali tidak dapat sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat sampai kepada Nya…. “.  Para ulama menafsirkan bahwa ayat ini menjelaskan anjuran dan dorongan untuk ikhlas dalam menyembelih hewan qurban. Bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan darah kurban tersebut karena Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu. Allah inginkan dari kurban tersebut adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berkurban yaitu ikhlas. Semoga Allah swt menerima dan meridloi amal ibadah para pequrban. Amiien Yaa Rabbal Aalamiien.

 

 

 

%d bloggers like this: