Print

 

 

SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH NASIONAL PERSAKMI 2013

 

PERAN KEILMUAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM

PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN PASCA MDGs 2015

 

Hotel Panorama, 15 - 17 Nopember 2013

Jember - Jawa Timur

 

 

International Conference on Population and Development (ICPD) di Kairo tahun 1994 merupakan salah satu momentum dari munculnya konsensus global akan hubungan antara dinamika kependudukan, hak asasi manusia, dan kesetaraan (equality) yang harus menjadi bagian inti dari pembangunan. Beberapa asas ICPD seperti kesejahteraan, pembangunan yang berkesinambungan, pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat, kesetaraan dan perlindungan hak asasi manusia terwujud dalam butir kesepakatan internasional yang lebih dikenal dengan Millennium Development Goals (MDGs) pada September 2000. Secara rinci butir kesepakatan MDGs adalah:

1.      Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan

2.      Mencapai pendidikan dasar untuk semua

3.      Mendorong kesetaraan gender dan kesetaraan perempuan

4.      Menurunkan angka kematian anak

5.      Meningkatkan Kesehatan Ibu

6.      Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit menular lainnya

7.      Memastikan kelestarian lingkungan hidup

8.      Membangun kemitraan global untuk pembangunan

Bagaimana progress MDGs baik secara global ataupun di Indonesia khususnya? United Nations atau yang lebih dikenal sebagai PBB (dalam Population Facts, Juli 2013) melaporkan beberapa tren selama lebih dari satu dekade sebagai berikut:

1.      Banyak negara berkembang yang masih memiliki tingkat fertilitas yang tinggi dan laju pertambahan penduduk yang besar.

2.      Program keluarga berencana secara mayoritas sudah mendapatkan dukungan dari negara berkembang.

3.      Semakin banyaknya negara yang membebaskan layanan aborsi

4.      Masih tingginya angka kejadian HIV/AIDS

5.      Meskipun tingkat kematian ibu dan anak sudah mengalami penurunan, masih banyak negara yang memandang tingkat kematian ibu dan anak di negara masing-masing masih terlalu tinggi.

6.      Pengendalian laju urbanisasi

Dengan adanya target MDGs, beberapa kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia diantaranya adalah terbitnya Inpres No. 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan yang kemudian disusul dengan disusunnya Peta Jalan Percepatan MDGs Indonesia 2010 – 2015, SE Kementerian PPN No. 68 tahun 2012 tentang Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium tahun 2011 - 2015. Berdasarkan laporan MDG Indonesia 2011 (BAPPENAS, 2012) terdapat beberapa target MDGs yang masih memerlukan usaha keras untuk mencapai target, diantaranya adalah:

1. MDG 1, Penurunan hingga setengahnya persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional

2. MDG 5, Penurunan hingga tiga perempatnya angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup

3. MDG 6, Pengendalian penyebaran dan penurunan jumlah kasus baru HIV/AIDS berupa penurunan prevalensi HIV/AIDS, penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi, dan peningkatan pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS pada laki-laki dan perempuan menikah atau belum menikah

4. MDG 7, Rasio luas kawasan tertutup pepohonan, emisi CO2,  konsumsi energi primer per kapita, elastisitas energi, serta akses terhadap sumber air layak minum dan fasilitas sanitasi dasar

5. MDG 8, Peningkatan proporsi rumah tangga dengan akses internet dan kepemilikan komputer pribadi yang belum memadai

Terkait dengan target MDG 4 dan 5, Indonesia mengalami beberapa fenomena kependudukan yang menonjol misalnya hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang cukup besar mencapai 237,56 juta (bandingkan dengan hasil SP2000 dan SUPAS 2005 yang berturut-turut adalah 206,26 juta dan 219,2 juta). Hasil SP2010 ini jauh diluar perkiraan BPS dan BAPPENAS yang mengestimasikan laju pertambahan penduduk (LPP) 2005-2010 sebesar 1,14% per tahun. Dengan keluarnya hasil sensus tersebut, maka upaya yang bisa dilakukan untuk menekan LPP adalah dengan mengubah arah atau tren pertumbuhan penduduk dan salah satu asumsi yang mungkin dirubah adalah asumsi TFR (Karyana, 2010).

Ilmu Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu ilmu terapan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang masa hidup dan meningkatkan derajad kesehatan melalui upaya yang terorganisir oleh masyarakat dan individu. Di dalam kurikulum ilmu kesehatan masyarakat, salah satu yang dipelajari adalah ilmu kependudukan terutama aspek-aspek yang terkait dalam peristiwa fertilitas, mortalitas dan migrasi serta dinamika yang ditimbulkan di bidang lainnya terutama di bidang kesehatan. Dari rincian target MDGs bisa dilihat rumpun ilmu kesehatan secara umum (dan ilmu kesehatan masyarakat khususnya) dapat mengambil peranan yang signifikan untuk ikut berpartisipasi mewujudkan target MDGs.

Thursday the 17th.
Copyright 2012

©