Halal bi Halal FKM Universitas Jember

Berita Kegiatan

Iedul Fithri berasal dari dua suku kata, yakni Ied yang berarti kembali dan al fithr yang bermakna berbuka, sehingga Iedul Fithri artinya kembali berbuka. Setelah sebulan lamanya ummat islam berpuasa di Bulan Ramadhan, maka pada 1 Syawwal kaum muslimin kembali berbuka dan diharamkan untuk berpuasa. Sejumlah perbuatan disyariatkan untuk diamalkan pada saat Iedul Fithri, diantaranya menyambung silaturrahiim dan menjalin ukhuwah islamiyyah.

Memasuki Bulan Syawwal 1437 H, FKM Universitas Jember menggelar acara Halal bi Halal bagi keluarga besar Fakultas Kesehatan Masyarakat. Acara ini bertujuan membangun silaturrahiim dan ukhuwah bil khusus bagi keluarga besar FKM Universitas Jember. Halal bi Halal digelar pada pertangahan bulan syawwal, tepatnya 14 Syawwal 1437 H yang bertepatan dengan hari Rabu, 20 Juli 2016. Nampak hadir pada acara tersebut unsur pimpinan fakultas, dosen, karyawan, mahasiswa dan perwakilan instansi terkait.

Exif_JPEG_420

Hadir pula sesepuh sekaligus perintis Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember: Prof. Dr. Murdyanto Purbangkoro, SE., SU serta sejumlah purna pegawai yang pernah bertugas di lingkungan FKM Universitas Jember. Kehadiran para purna pendidik dan tenaga kependidikan merupakan wujud hubungan baik yang senantiasa terjalin dalam keluarga besar FKM Universitas Jember. Pada acara tersebut diselipkan pula penyerahan cindera mata sekaligus pelepasan staf subbag. Kependidikan, ibu Siti Komaria yang memasuki masa purna tugas per 1 Juli 2016. Bu Kom –demikian panggilan akrabnya – telah bertugas sejak masa awal berdirinya PS Kesehatan Masyarakat Unej, hingga beliau pensiun saat FKM Universitas Jember akan merayakan dies natalisnya ke-14 pada bulan Agustus 2016.

Kegiatan Halal bi Halal ini juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ust. Dr. Suhermin Abdul Muhaimin. Pada tausyiahnya beliau menyampaikan tentang ciri-ciri orang bertaqwa. Sesungguhnya tujuan seorang muslim berpuasa di Bulan Ramadhan adalah untuk bertaqwa, guna mengukur keberhasilan puasa tersebut dapat digunakan indikator berupa ciri-ciri orang bertaqwa yang disebutkan oleh Allah swt pada QS. Al Imran 133-136. Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa ciri orang bertaqwa ada lima, yakni : pertama, senantiasa menginfaqkan hartanya saat sempit ataupun lapang. Kedua, mampu menahan marah, ketiga, memaafkan kesalahan orang lain, keempat, mengingat Allah (beristighfar) setelah melakuka perbuatan dosa serta kelima bertaubat dan tidak mengulangi lagi perbuatan dosa tersebut.

Exif_JPEG_420

Pada tausyiah tersebut, Ust. Muhaimin juga memberikan “tips ringan” pada para audience, bahwa hendaknya manusia menjalani kehidupannya dengan tiga hal, yakni syukur, sabar dan ikhlas. Setiap orang senantiasa akan diuji oleh Allah swt, tidak peduli pejabat ataupun rakyat, demikian pula Dekan, dosen, karyawan, mahasiswa, semuanya mendapat ujiannya masing-masing. Untuk itu Ust. Muhaimin mengajak segenap keluarga besar FKM Universitas Jember untuk senantiasa bersyukur, bersabar serta ikhlas dengan ketetapan Allah SWT.

%d bloggers like this: