FKM UNEJ Turunkan Tim Tanggap Bencana untuk Pengungsi Erupsi Semeru

Alumni Publikasi Tanggap Bencana

Senin, 13 Desember 2021 Tim Tanggap Bencana FKM UNEJ berangkat menuju Kabupaten Lumajang untuk berbagi kepada pengungsian erupsi Gunung Semeru. Terdapat beberapa paket yang diberikan untuk kebutuhan dewasa dan anak-anak yaitu sanitary kit/perlengkapan mandi dan perlengkapan pribadi anak seperti baju dan pakaian dalam. Setidaknya masing-masing terdapat 50 paket yang berhasil dikumpulkan dari donasi PERSAKMI, fakultas, peminatan, Keris (Kelompok Riset), para dosen, alumni, hingga stakeholder rekanan FKM UNEJ. Tim ini yang terdiri dari dosen, tenaga pendidik (tendik) dan beberapa mahasiswa ini tidak hanya membagikan paket untuk pengungsi, namun juga memberikan trauma healing khususnya pada anak-anak. Berdasarkan koordinasi terakhir, Tim Tanggap Bencana FKM UNEJ akan mengunjungi posko pengungsian erupsi Gunung Semeru pada hari Senin (13/12/2021) dan Rabu (15/12/2021).

Selain Tim Tanggap Bencana FKM UNEJ juga terdapat tim lain dari universitas yang juga turun untuk memberikan donasi hingga melakukan Rapid Health Assessment (RHA) di beberapa desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Agar bantuan dapat dirasakan oleh seluruh pengungsian, maka Selain Tim Tanggap Bencana FKM UNEJ memutuskan akan mengunjungi posko pada Kecamatan Pasirian. Berdasarkan data terakhir, terapat sejumlah 983 pengungsi di Kecamatan Pasirian baik dari anak-anak hingga lansia.

Yennike Tri Herawati, selaku koordinator lapangan mengatakan bahwa akan ada rencana lanjutan seperti pembuatan dapur darurat di Kecamatan Pronojiwo dan menurunkan tim kesehatan dasar untuk bertempat di posko pengungsian selama beberapa hari. “Saat ini FKM sedang memasuki masa Ujian Akhir Semester (UAS), insya allah kami akan menurunkan tim lagi setelah ini selesai”, jelas Yennike. Selanjutnya Tim Tanggap Bencana FKM UNEJ akan membahas tentang rencana penurunan tim pemenuhan gizi guna menjamin kebutuhan permakanan, nutrisi, serta gizi anak dan balita agar terpenuhi selama berada di pengungsian.