Stunting Bukan Faktor Keturunan!

Berita Kegiatan

Peringatan Hari Gizi ke 58 tahun ini mengangkat tema: MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK). Guna memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari, Bagian Gizi Masyarakat FKM Universitas Jember beserta sejumlah instansi terkait menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Kegiatan dipusatkan di Kelurahan Mangli yang merupakan salah satu daerah dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Tercatat ada 21,02% anak yang tergolong stunting, meskipun angka ini dibawa rata-rata nasional, dimana Data Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat prevalensi stunting nasional mencapai 37,2%, meningkat dari tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%), namun kondisi tetap membutuhkan perhatian.

Untuk itu FKM Universitas Jember menggelar penyuluhan gizi yang dilaksanakan pada 25 Januari 2018 lalu. Kegaiatan ini bertempat di Balai Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember dan dihadiri oleh  Dekan FKM Unej (Irma Prasetyowati, S.KM., M.Kes.), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember (dr. Siti Nurul Qomariyah, M.Kes), Ketua Persatuan Sarjana Gizi Jember (Persagi – Bpk. Bandot Bisowarno, S.ST.), Kepala Puskesmas Mangli (dr. Dwi Handarisasi) serta Tim Penyuluh dari Dosen Bagian Gizi Masyarakat FKM Unej.

Penyuluhan difokuskan pada bahaya stunting, mengingat masih banyak persepsi masyarakat yang menganggap stunting disebabkan karena faktor keturunan. Padahal, stunting merupakan masalah gizi kronis yang mengakibatkan tidak maksimalnya pertumbuhan anak. Kegagalan pertumbuhan ini menyebabkan perkembangan anak yang irreversible, terutama setelah 1000 HPK. Anak stunting yang tidak ditangani dengan serius dapat mengalami penurunan kemampuan kognitif yang menyebabkan kesulitan belajar dan gangguan kecerdasan. Selain itu anak stunting juga beresiko mengalami penurunan imunitas tubuh sehingga mudah terkena penyakit infeksi.

Efek jangka panjangnya adalah resiko terkena penyakit degenerative seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, jantung, stroke, dll yang pada akhirnya menurunkan kualitas SDM, produktivitas, dan daya saing bangsa. Tercapainya status gizi anak yang baik berkaitan erat dengan kesadaran keluarganya.  Untuk mencegah stunting pemenuhan gizi perlu dilakukan mulai dari fase janin di dalam  kandungan hingga usia dua tahun. Oleh karena itu, ibu hamil harus memastikan kecukupan asupan makanannya, mengkonsumsi tablet Fe, dan rutin memeriksakan kehamilannya. Saat bayi lahir ibu perlu memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan dan dapat dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI hingga usia 2 tahun. Selain itu penting untuk selalu memantau pertumbuhan anak setiap bulannya.

Penanganan masalah stunting tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak, perlu kerjasama berbagai pihak baik itu sektor kesehatan maupun non kesehatan. Dalam hal ini kader sebagai perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan memegang peranan penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kader memiliki peran untuk memperkecil barrier dan kesenjangan ibu dan anggota keluarga lainnya dalam menerima informasi kesehatan. Mengingat pentingnya peran kader kesehatan, maka kegiatan ini juga menghadirkan Kader Posyandu Balita se Kelurahan Mangli sebagai peserta.

Pasca kegiatan penyuluhan oleh dosen Bagian Gizi Masyarakat FKM Unej  dilanjutkan dengan teknik permainan emotional demonstration (EMO DEMO) modul 6 (menyusun balok) berkaitan dengan Stunting yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa peminatan Gizi Masyarakat FKM Universitas Jember.

Bagi yang membutuhkan materi penyuluhan dapat mengunduh pada link berikut :