• Penyuluhan Kesehatan Penanggulangan Hepatitis A di Kampus UNEJ

    Pemerintah Daerah Kabupaten Jember menetapkan status (Kejadian Luar Biasa) KLB pada Hepatitis A yang telah mencapai 217 kasus pada 26 Desember 2019 lalu. Sebagian besar pasien yang terjangkit Hepatitis A merupakan dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Walaupun sebelumnya Dinas Kesehatan telah melakukan upaya-upaya seperti kampanye guna mengurangi meningkatnya pasien namun hal tersebut ternyata masih belum dapat mencegah meningkatnya pasien penderita Hepatitis A. Oleh karena itu pada 28 Desember 2019 lalu, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan beberapa lembaga termasuk Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember untuk keliling mengunjungi pedagang kaki lima di sekitar kampus Universitas Jember. Serangkaian kegiatan yang dilakukan ialah penyuluhan hingga membagikan brosur, sarung tangan, hand sanitizer dan air bersih kepada para pedagang . Pemilihan lokasi penyuluhan di sekitar kampus Universitas Jember disebabkan karena sebagian besar pasien yang terjangkit Hepatitis A berstatus sebagai mahasiswa aktif pada kampus tersebut. Continue reading

    Published by:
  • Upaya Penanggulangan Hepatitis A oleh FKM dan Stakeholder

    Pada hari Rabu, 18 Desember 2019, FKM Unej kedatangan beberapa tamu penting yaitu dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Rumah Sakit Paru-paru, PTKL Surabaya, dan Puskesmas Sumbersari untuk melakukan pertemuan guna membahas mengenai merebaknya Hepatitis A di Kabupaten Jember, dimana jumlah pasien banyak dari kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Jember. Dalam pertemuan ini Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan-tindakan seperti penyelidikan epidemiologi hingga promosi kesehatan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) disekitar jalan Jawa dan Kalimantan. Selain tindakan-tidakan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas Sumbersari juga telah melakukan kampanye-kampanye kesehatan kepada siswa di sekolah-sekolah dan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi yang berada dalam lingkungan Kelurahan Sumbersari. Continue reading

    Published by:
  • Penguatan Isu Penelitian Kesehatan dalam Kongres Nasional Asosiasi Kesehatan Masyarakat XIV

    Kamis, 28 November 2019 Kongres Nasional Asosisasi Kesehatan Masyarakat Indonesia XIV yang dilaksanakan di Hotel Prime Plaza, Sanur, Bali. Tak hanya kongres nasional saja, dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan Simposium Internasional Penelitian Kesehatan IV yang menjadi rangkaian kegiatan dalam kongres. Kegiatan yang mengangkat tema “Scientific Data and Politics in Health Development” ini diikuti berbagai peserta baik dari nasional maupun internasional.

    FKM UNEJ yang memiliki komitmen untuk selalu mengikuti isu-isu kesehatan nasional dan terus berupaya dalam peningkatan kualitas SDM tentunya tidak akan melewatkan kegiatan nasional tersebut. Sebanyak 3 dosen yang memiliki latar belakang keilmuan berbeda-beda diberangkatkan. Continue reading

    Published by:
  • Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium Gizi

    Rabu, 27 November 2019 Program Studi Gizi FKM UNEJ melakukan pelatihan operasional alat laboratorium di UNEJ Kampus Bondowoso. Acara yang berlangsung hingga pukul 15.30 tersebut tersebut dihadiri oleh dosen-dosen beserta beberapa perwakilan mahasiswa dari angkatan 2018 dan 2019. Narasumber pelatihan tersebut ialah ESCO dan beberapa tenaga ahli yang telah berpengalaman dalam melakukan kegiatan dalam laboratrium.

    Para dosen dan mahasiswa mendapatkan materi tentang risiko-risiko yang dapat timbul jika melakukan praktikum dalam laboratorium tidak mengikuti standar operasional yang berlaku. Hal tersebut disebabkan oleh efek dari dari bahan kimia didapat tidak hanya dengan bersentuhan saja namun juga saat menghirup gas yang dikeluarkan oleh bahan kimia tersebut atau hasil reaksi dari pencampuran beberapa bahan kimia. Sehingga setiap interaksi dengan bahan kimia sebaiknya dilakukan didalam lemari asam. Lemari asam dapat menjaga praktikan jika dalam percobaannya terjadi cipratan/letupan yang dapat mengenai wajah praktikan. Selain itu, setiap gas yang dikeluarkan oleh bahan kimia dapat dikeluarkan melalui saluran yang mengarah keatas (keluar laboratorium) sehingga praktikan terjaga dari dampak keracunan dan gas berbahaya dapat terurai sebelum terhirup oleh orang lain. Continue reading

    Published by: