Membangun Keshalihan Sosial melalui Halal bi Halal

Berita Kegiatan

Suaranya yang keras menggelegar memenuhi seisi ruangan. Penyampaian materi yang diselingi humor, menarik perhatian audience sehingga nyaris tak ada audience yang berbicara sendiri. Analoginya yang logis membuat materi lebih mudah dipahami. Demikian suasana halal bi halal yang diselenggarakan oleh keluarga Besar FKM Universitas Jember yang menghadirkan KH. Badrus Shodiq sebagai penceramah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari kamis 13 Juli 2017 tersebut mengangkat tema kegiatan “Berlomba – lomba beramal shalih menuju ketaqwaan kepada Allah SWT”, maka beliau menjelaskan dengan gamblang makna shalih. Keshalihan adalah orang yang senantiasa menjalankan kewajiban pada Allah swt dan kewajiban terhadap sesama hamba Allah. Dengan kata lain orang yang shalih adalah orang yang baik dalam ibadah ritual sekaligus memiliki hubungan sosial yang dengan sesama manusia. Hablum min Allah wa Hablum min An Naas.

Halal bi Halal  yang merupakan tradisi yang dibangun oleh Presiden Sukarno atas usulan Menteri Agama, KH. Wahid Hasyim, merupakan salah satu kegiatan untuk menjalin hubungan antar sesama manusia. Oleh karena itu, Dekan FKM Universitas Jember menjadikan momen ini sebagai wadah untuk membangun hubungan baik diantara sivistas akademik FKM. Pada acara yang dihadiri oleh  unsur pimpinan, dosen, karyawan dan purna karyawan, Dekan mendahului “mengulurkan tangan” untuk meminta maaf pada segenap sivitas akademik FKM. Menurut Bu Irma, interaksi harian di tempat kerja pasti menimbulkan sesuatu yang kadang kurang berkenan di hati. Dengan momen halal bi halal  semua ketidaknyamanan tersebut “dihalalkan” dan diikhlaskan sehingga relasi sosial yang baik di lingkungan FKM Universitas Jember dapat dipelihara dengan baik.

%d bloggers like this: