Hufadz FKM Mendapat Beasiswa

Berita Kemahasiswaan

Rasul saw bersabda :

خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).

Demikianlah salah satu keutamaan mempelajari alqu’an, yakni menjadi sebaik-baiknya manusia. Bahkan dalam hadits lain disebutkan bahwa kedudukan seorang muslim di akhirat bergantung pada bacaan qur’annya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240).

Keberkahan mempelajari dan menghafal alqur’an ternyata tidak hanya dirasakan oleh empunya saat di akhirat kelak, namun saat di duniapun keberkahan itu dapat dirasakan. Sebagaimana pada Jum’at berkah 9 Februari 2018 yang lalu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI memberikan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Jember yang memiliki kemampuan menghafal Al Qur’an.

Beasiswa ini diberikan langsung oleh R. Sophia Alizsa, Director of Human Capital BRI kepada lima belas  mahasiswa penghafal al Qur’an di Masjid Kampus Al Hikmah Universitas Jember. Setiap mahasiswa memperoleh beasiswa sebesar 2,5 juta rupiah. Menurut R. Sophia Alizsa, YBM BRI adalah yayasan yang menghimpun zakat, infaq dan shodaqoh dari karyawan BRI. “Zakat, infaq dan shodaqoh yang terkumpul kami salurkan melalui berbagai program tepat guna dan tepat sasaran, salah satunya adalah memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, dan untuk Universitas Jember kami berikan kepada mahasiswa penghafal Al Qur’an,” kata R. Sophia Elizsa.

Diantara 15 hufadz yang menerima Beasiswa, terselip satu mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat, yakni Ainiyaturrahmah. Mahasiswa asal Pulau Garam ini baru duduk di semester II. Saat ini ia telah menghafal 12 juz alqur’an. Sebagaiamana disampaikan Rektor saat pemberian beasiswa, Aini akan difasilitasi untuk terus meningkatkan kemampuannya hingga sanggup hafal 30 juz. “Harapannya, setelah lulus mereka bakal menjadi lulusan paripurna, baik ahlak dan ibadahnya juga mumpuni ilmunya, sehingga dapat menjadi contoh di masyarakat.” (Diolah dari berbagai sumber)

 

%d bloggers like this: