Dalam rangka memperkuat spiritualitas sekaligus meningkatkan etos kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (FKM UNEJ) menyelenggarakan kegiatan Siraman Rohani. Acara yang dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FKM UNEJ ini dilaksanakan secara khidmat di Lantai 3 Gedung Dekanat FKM UNEJ pada Jum’at, 28 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan antara tuntutan profesionalitas dan kebutuhan spiritual bagi seluruh sivitas akademika.
Dr. Abu Khoiri Soroti Tiga Pilar Kunci Kinerja
Penceramah dalam kegiatan ini adalah Dr. Abu Khoiri, S.KM., M.Kes., yang dikenal sebagai salah satu figur akademis FKM yang juga mendalami kajian keislaman. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap pekerja Muslim di lingkungan kampus: Kerja Ikhlas, Pelayanan Prima, dan Keterbukaan terhadap Masukan.
1. Kerja Ikhlas sebagai Landasan Ibadah
Dr. Abu Khoiri menekankan bahwa di lingkungan akademik, bekerja seharusnya dimaknai sebagai ibadah. Konsep Kerja Ikhlas menuntut setiap dosen dan tendik untuk menunaikan tugas dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian atau imbalan duniawi semata, melainkan semata-mata mengharap rida Allah SWT.
“Keikhlasan dalam bekerja akan menghilangkan beban dan kejenuhan. Dosen yang ikhlas mengajar dan tendik yang ikhlas melayani, pasti akan menghasilkan mutu yang optimal, karena niatnya jauh lebih mulia daripada sekadar menggugurkan kewajiban,” jelas beliau.
2. Pelayanan Prima dalam Timbangan Islam
Materi Pelayanan Prima yang sebelumnya telah menjadi fokus pelatihan bagi tendik, diperkuat dari perspektif Islam. Melayani mahasiswa, kolega, atau stakeholder dengan senyum, sapa, dan hati yang tulus (Pelayanan Prima) adalah bentuk muamalah hasanah (hubungan baik sesama manusia) dan merupakan sedekah terbaik dalam konteks profesionalitas. Beliau mengajak peserta menjadikan gedung dekanat sebagai rumah layanan yang ramah dan solutif.
3. Mau Menerima Masukan yang Sesuai Syariat
Pilar ketiga menyoroti pentingnya sikap rendah hati dan keterbukaan. Dr. Abu Khoiri menggarisbawahi bahwa ajaran Islam sangat menganjurkan untuk saling menasihati dalam kebaikan (tawasul bil haq).
Menerima masukan atau kritik yang membangun, asalkan disampaikan dengan cara yang baik dan sesuai dengan anjuran Islam, adalah kunci pertumbuhan institusi. Hal ini mencerminkan sifat kepemimpinan yang mau belajar dan menghindari sikap ujub (sombong) dalam pekerjaan.
Kegiatan Siraman Rohani ini disambut antusias oleh para peserta, yang berharap ilmu yang didapat dapat langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari, menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh berkah dan keikhlasan di FKM UNEJ.





