Di tengah kesibukan perkuliahan dan padatnya jadwal, tradisi buka bersama (bukber) di bulan Ramadan tetap menjadi momen yang dinantikan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, bukber bagi mahasiswa FKM tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana penting untuk menjaga kesehatan mental dan sosial mahasiswa.

Manfaat Kesehatan Mental dan Sosial dari Bukber:

  • Mengurangi Stres dan Kesepian:
    • Rutinitas kuliah yang padat seringkali menimbulkan stres. Bukber menjadi momen relaksasi dan berbagi cerita dengan teman-teman, sehingga dapat mengurangi beban pikiran.
    • Bagi mahasiswa yang jauh dari keluarga, bukber menciptakan rasa kebersamaan dan mengurangi perasaan kesepian.
  • Memperkuat Ikatan Sosial:
    • Bukber menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa, baik teman seangkatan, kakak, maupun adik tingkat.
    • Interaksi sosial yang terjalin saat bukber dapat meningkatkan rasa saling peduli dan empati.
  • Meningkatkan Kesejahteraan Emosional:
    • Suasana hangat dan penuh keakraban saat bukber dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.
    • Berbagi kebahagiaan dan tawa bersama teman-teman dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi perasaan negatif.
  • Menjaga Pola Makan Sehat:
    • Walaupun seringkali menu bukber beraneka ragam, momen ini dapat menjadi sarana untuk belajar mengontrol porsi makan. Dengan makan bersama, mahasiswa cenderung lebih memperhatikan asupan makanan dan menghindari makan berlebihan.
    • Beberapa kelompok mahasiswa bahkan mengadakan bukber dengan menu sehat, seperti buah-buahan, sayuran, dan makanan rendah gula.

Dampak Positif Bukber di Kalangan Mahasiswa:

  • Meningkatkan Produktivitas:
    • Kesehatan mental dan sosial yang terjaga dapat meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar mahasiswa.
    • Setelah bukber, mahasiswa merasa lebih segar dan siap untuk kembali beraktivitas.
  • Membangun Solidaritas:
    • Bukber seringkali menjadi ajang penggalangan dana untuk kegiatan sosial, seperti berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan.
    • Kegiatan ini menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
  • Melestarikan Tradisi:
    • Bukber menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang terus dilestarikan oleh generasi muda.
    • Melalui bukber, mahasiswa belajar tentang nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati.

Di tahun 2025, bukber bukan lagi sekadar tradisi, tetapi telah bertransformasi menjadi investasi berharga bagi kesehatan mental dan sosial mahasiswa. Dengan memanfaatkan momen ini secara positif, mahasiswa dapat meraih manfaat ganda, yaitu memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga kesehatan.