Penyakit degeneratif seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi) terus mengalami peningkatan prevalensi dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Baiq Dewi Sukma Septiani, seorang dosen sekaligus peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), melakukan riset mendalam mengenai potensi pangan fokal lokal Indonesia dalam menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.

Riset ilmiah ini dipublikasikan dengan judul: “Effectiveness of Antioxidant Compounds in Minaserua Herbal Drink from Bima as a Functional Food on Blood Pressure and Cholesterol Levels.”

Dalam penelitiannya, Baiq Dewi Sukma Septiani berfokus pada Minaserua, minuman herbal tradisional khas Bima, Nusa Tenggara Barat. Minuman tradisional ini diracik dari kombinasi bahan alami yang kaya akan senyawa bioaktif, antara lain ketan hitam, jahe, kunyit, cengkih, cabai jawa, lada hitam, gula aren, dan santan.

Kaya Antioksidan Kuat

Untuk menguji efektivitasnya, penelitian ini menggunakan desain eksperimental pre-post control group. Para partisipan dibagi menjadi dua kelompok:

  1. Kelompok Eksperimen: Mengonsumsi minuman Minaserua setiap hari selama 2 hingga 4 minggu.
  2. Kelompok Kontrol: Tidak menerima intervensi herbal apa pun selama periode penelitian.

Sebelum dan sesudah intervensi, tekanan darah dan kadar kolesterol seluruh partisipan diukur secara ketat. Selain itu, aktivitas antioksidan dalam Minaserua diuji di laboratorium menggunakan metode spektrofotometri DPPH.

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa Minaserua memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50​sebesar 41,30 mg/ml. Semakin rendah nilai IC50​, semakin tinggi kemampuan formula tersebut dalam menangkal radikal bebas di dalam tubuh.

Hasil Signifikan pada Tekanan Darah dan Profil Lipid

Analisis statistik menggunakan paired t-test dan independent t-test menunjukkan hasil yang sangat positif pada kelompok yang mengonsumsi Minaserua secara rutin:

  • Penurunan Profil Lipid Negatif: Terjadi penurunan signifikan pada kadar kolesterol total, LDL (low-density lipoprotein / kolesterol jahat), dan trigliserida (p<0,05).
  • Peningkatan Kolesterol Baik: Terjadi peningkatan signifikan pada kadar HDL (high-density lipoprotein / kolesterol baik) (p<0,05).
  • Stabilisasi Tekanan Darah: Partisipan mengalami penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik (p<0,05).

Sebaliknya, pada kelompok kontrol yang tidak mengonsumsi Minaserua, tidak ditemukan perubahan yang signifikan pada tekanan darah maupun profil lipid mereka, kecuali sedikit peningkatan marginal pada kadar HDL.

Potensi Besar sebagai Pangan Fungsional

“Minuman herbal Minaserua secara efektif mampu memperbaiki profil lipid dan menurunkan tekanan darah,” tulis riset tersebut dalam kesimpulannya.

Hasil penelitian ini mempertegas bahwa warisan kuliner tradisional berbasis herbal seperti Minaserua bukan sekadar minuman penghangat tubuh, melainkan memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional (functional food). Penemuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif strategi preventif yang ekonomis dan berbasis kearifan lokal untuk menekan laju kasus hipertensi dan hiperkolesterolemia di tengah masyarakat.