Postur kerja yang tidak ergonomis kerap menjadi “musuh dalam selimut” bagi para pekerja sektor informal, tak terkecuali bagi para pekerja jahit. Menyoroti isu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) tersebut, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (UNEJ), Rizka Dyah Pitaloka, melangsungkan riset mendalam di Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik.
Di bawah bimbingan dosen Adistha Eka Noveyani dan Ana Islamiyah Syamila, Rizka mengangkat penelitian bertajuk “Work-related musculoskeletal disorders (MSDs) among sack sewing workers in Duduk Sampeyan District, Gresik: a cross-sectional study”. Riset ini bertujuan untuk membedah keluhan gangguan otot dan rangka (MSDs) yang dialami oleh para pekerja jahit karung di bagian produksi akibat postur kerja yang kurang memadai.
Penelitian deskriptif cross-sectional ini melibatkan total 39 pekerja jahit karung. Pengambilan data dilakukan secara komprehensif melalui wawancara dan observasi langsung di tempat kerja. Riset ini menggunakan instrumen Nordic Body Map untuk menilai gejala MSDs, Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengevaluasi risiko postur tubuh, serta perhitungan Cardiovascular Load (%CVL) untuk menilai beban kerja dan kesesuaian vertikal stasiun kerja.
Temuan Utama: Kaki Kiri Paling Terdampak
Dari hasil analisis yang dilakukan di lapangan, riset ini mengungkap beberapa temuan krusial terkait kondisi fisik para pekerja:
- Titik Nyeri Tertinggi: Berbeda dengan asumsi umum yang mungkin menyoroti area punggung atau leher, keluhan nyeri paling sering dilaporkan oleh para pekerja jahit karung ini justru berada di area kaki kiri. Hal ini diduga kuat berkaitan dengan mekanisme kerja mesin jahit karung yang mereka operasikan.
- Masa Kerja Menjadi Faktor Penentu: Penelitian menemukan bahwa pekerja yang telah mengabdi lebih dari lima tahun memiliki risiko melaporkan keluhan MSDs nyaris enam kali lipat lebih tinggi (RR = 5,8; p < 0,001) dibandingkan mereka yang bekerja lima tahun atau kurang.
- Risiko Postur vs Angka Keluhan: Menariknya, meskipun skor REBA menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko postur menengah hingga tinggi, analisis statistik pada sampel spesifik ini tidak menemukan hubungan yang signifikan secara langsung antara kategori postur dengan kejadian MSDs.
Rekomendasi Solutif untuk Pekerja dan Pemangku Kebijakan
Berdasarkan temuan-temuan di atas, tim peneliti FKM UNEJ tidak hanya berhenti pada paparan data, tetapi juga merumuskan intervensi praktis untuk melindungi kesehatan para pekerja di Duduk Sampeyan, yaitu:
- Penyesuaian Stasiun Kerja: Diperlukan penyesuaian tinggi meja jahit agar lebih selaras dengan ukuran tubuh (antropometri) masing-masing pekerja untuk mengurangi beban mekanis, terutama pada area kaki dan punggung.
- Peregangan Rutin: Mengintroduksi kebiasaan peregangan ( stretching) yang berfokus pada area kaki di sela-sela waktu istirahat untuk melancarkan sirkulasi darah dan merelaksasi otot yang kaku.
- Pembentukan Pos UKK: Mendorong pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) di Kecamatan Duduk Sampeyan sebagai langkah preventif dan promotif untuk menekan risiko MSDs serta memantau kesehatan pekerja informal secara berkala.
Riset ini kembali menegaskan komitmen sivitas akademika FKM UNEJ dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya pada sektor kesehatan kerja informal yang sering kali luput dari perhatian.
Referensi:
PITALOKA, Rizka Dyah; SYAMILA, Ana Islamiyah; NOVEYANI, Adistha Eka. Musculoskeletal Disorders (MSD) among Sack Sewing Workers in Duduk Sampeyan District Gresik Regency. Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, [S.l.], v. 16, n. 2, p. 71-78, dec. 2025. ISSN 2339-093X. Available at: <https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/sainsmedika/article/view/39027>. Date accessed: 17 mar. 2026. doi:https://dx.doi.org/10.30659/sainsmed.v16i2.39027.