Dalam upaya mendorong mahasiswanya berprestasi di kancah nasional, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (UNEJ) menggelar acara Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Kegiatan ini merupakan langkah strategis fakultas untuk mempersiapkan delegasi terbaiknya menghadapi kompetisi bergengsi tahunan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Acara sosialisasi ini dihadiri dengan penuh antusias oleh seluruh pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan FKM UNEJ. Tak hanya mahasiswa, para dosen pembina dari masing-masing UKM dan Ormawa juga turut hadir untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam mendampingi mahasiswanya. Guna memastikan persiapan yang matang, FKM UNEJ secara khusus mengundang pakar yang telah memiliki rekam jejak luar biasa di ajang ini, yakni Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama.

Dr. Sri Wahyuni dikenal luas sebagai sosok “tangan dingin” dalam mendampingi mahasiswa. Beliau telah berkali-kali sukses mengantarkan tim bimbingannya lolos seleksi dan mendapatkan hibah pendanaan PPK Ormawa dari kementerian. Lebih dari itu, tim yang berada di bawah bimbingannya juga kerap menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara di ajang Abdidaya, yang merupakan malam penganugerahan dan puncak capaian tertinggi dari keseluruhan rangkaian PPK Ormawa.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Sri Wahyuni membagikan berbagai strategi jitu untuk menembus ketatnya seleksi PPK Ormawa. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  • Pemetaan Potensi Desa: Pentingnya memilih desa mitra dan merumuskan masalah yang benar-benar relevan dengan kebutuhan riil masyarakat sasaran.
  • Keberlanjutan Program (Sustainability): Proposal yang diajukan tidak boleh hanya berupa program “hit and run”, melainkan harus memiliki peta jalan keberlanjutan yang jelas setelah pendanaan selesai.
  • Sinergi dan Kolaborasi Tim: Kunci sukses menembus Abdidaya adalah kekompakan tim, dukungan penuh dari dosen pembina, serta sinergi yang baik dengan pihak fakultas dan desa mitra.

“PPK Ormawa bukan sekadar ajang kompetisi untuk mendapatkan dana, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk benar-benar mengabdi dan mentransformasi desa. Jika nawaitunya (niatnya) adalah memberdayakan masyarakat dengan program yang terukur dan inovatif, prestasi seperti pendanaan dan juara Abdidaya otomatis akan mengikuti,” ujar Dr. Sri Wahyuni di hadapan para peserta.

Kehadiran seluruh UKM, Ormawa, beserta para pembinanya di FKM UNEJ ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan prestasi kemahasiswaan. Pihak fakultas sangat optimis bahwa dengan sinergi yang dibangun melalui sosialisasi ini, FKM UNEJ akan mampu mengirimkan banyak proposal berkualitas, memborong hibah pendanaan, dan kembali berjaya di panggung Abdidaya tahun ini.