Kegiatan Hari Bumi 2026 merupakan program edukasi dan aksi lingkungan yang diselenggarakan oleh UKM Mapakesma sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai tanaman obat keluarga (TOGA), pemanfaatan tanaman herbal dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya penghijauan sebagai salah satu langkah nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga pengalaman praktik langsung dalam pembuatan obat herbal dan penanaman TOGA sebagai bentuk implementasi pelestarian lingkungan yang dapat diterapkan di masyarakat. Adapun tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA).
  2. Memberikan keterampilan kepada peserta dalam pembuatan obat herbal berbahan dasar tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
  3. Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman tanaman obat keluarga.
  4. Mendorong partisipasi aktif anggota UKM Mapakesma dalam kegiatan konservasi dan penghijauan yang berkelanjutan.

Kegiatan Hari Bumi 2026 dengan tema pelestarian lingkungan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2026 secara luring. Kegiatan diawali dengan persiapan panitia, registrasi peserta, serta pembagian konsumsi. Selanjutnya, acara dibuka oleh MC yang dilanjutkan dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars FKM Universitas Jember, dan Mars Mapakesma. Setelah itu, dilakukan penyampaian sambutan oleh Ketua Panitia, Ketua Umum UKM Mapakesma, Ketua BEM FKM Universitas Jember, Pembina Lapang, Pembina Akademik, dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh tamu undangan, panitia, dan peserta.

Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait tanaman obat keluarga, manfaat tanaman herbal, serta peran penghijauan dalam menjaga kesehatan lingkungan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Sulasmi mengenai pentingnya tanaman obat keluarga, manfaat tanaman herbal bagi kesehatan, serta kontribusi penghijauan terhadap keberlanjutan lingkungan. Output yang diharapkan dari sesi ini adalah meningkatnya pemahaman peserta mengenai pemanfaatan TOGA dan perannya dalam mendukung kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab guna memperdalam pemahaman serta berdiskusi mengenai penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, dilakukan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti sesi materi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang bertujuan meningkatkan antusiasme dan partisipasi peserta sebelum memasuki sesi praktik. Setelah itu, peserta mengikuti praktik pembuatan obat herbal yang dipandu langsung oleh Ibu Sulasmi. Pada sesi ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah bahan herbal menjadi produk yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan (ishoma) sebelum memasuki agenda utama berupa penanaman tanaman obat keluarga (TOGA). Pada sesi penanaman TOGA, peserta melakukan praktik langsung penanaman berbagai jenis tanaman obat sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan dan penghijauan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami teknik dasar penanaman serta pentingnya menjaga keberlanjutan tanaman yang memiliki manfaat kesehatan dan lingkungan.

Kegiatan Hari Bumi 2026 ditutup dengan sesi penutupan oleh MC dan dokumentasi akhir bersama seluruh peserta dan panitia. Kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan acara semata, tetapi diarahkan sebagai langkah awal untuk membangun budaya peduli lingkungan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga di kalangan anggota UKM Mapakesma maupun masyarakat sekitar. Tindak lanjut dari kegiatan ini dilakukan melalui pemeliharaan tanaman yang telah ditanam, pemantauan keberlangsungan TOGA, serta penyebarluasan informasi mengenai manfaat tanaman obat keluarga melalui media publikasi organisasi. Dengan demikian, kegiatan Hari Bumi 2026 diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, mendukung kesehatan masyarakat, serta mendorong terbentuknya perilaku ramah lingkungan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.