Siapa yang bisa menolak renyahnya gorengan, kelezatan daging panggang, atau gurihnya hidangan bersantan? Di balik kelezatannya, pola makan tinggi lemak (High-Fat Diet) menyimpan bahaya laten bagi kesehatan. Jika dikonsumsi terus-menerus, lemak berlebih akan menumpuk dan “meracuni” organ hati, sebuah kondisi yang dikenal di dunia medis sebagai perlemakan hati (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease / NAFLD).
Melihat ancaman tersebut, Rista Dwi Hermilasari, seorang dosen dan peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (FKM UNEJ), bersama timnya mencoba mencari solusi alami dari dapur kita sehari-hari: buah tomat (Solanum lycopersicum).
Hasilnya? Sangat menjanjikan. Penelitian mereka membuktikan bahwa ekstrak tomat mampu menjadi “tameng” atau agen pelindung organ hati (hepatoprotektor) dari kerusakan akibat pola makan tinggi lemak.
Merekam Kerusakan Hati di Laboratorium
Untuk membuktikannya, Rista dan tim mengamati 21 ekor tikus Wistar di Laboratorium Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember pada pertengahan 2024. Tikus-tikus ini dibagi menjadi tiga kelompok:
- Kelompok Sehat: Diberi makanan normal.
- Kelompok Diet Lemak: Diberi makanan sangat tinggi lemak.
- Kelompok Terapi Tomat: Diberi makanan tinggi lemak, tetapi juga mendapatkan ekstrak tomat.
Setelah beberapa waktu, perbedaan fisik maupun jaringan sel organ hati antarkelompok terlihat sangat mencolok.
Apa yang Terjadi pada Hati?
Ketika peneliti melihat kondisi organ hati secara langsung dan di bawah mikroskop, terlihat perbedaan yang signifikan antara tikus yang hanya makan lemak dengan yang diberi ekstrak tomat:
- Ukuran dan Warna Hati: Tikus yang hanya diberi diet tinggi lemak memiliki hati yang membengkak berat, tampak pucat, dan permukaannya dipenuhi benjolan halus (nodul). Sebaliknya, hati tikus yang mendapatkan ekstrak tomat tampak jauh lebih segar, berwarna merah normal, dan permukaannya lebih halus.
- Penumpukan Lemak (Steatosis): Ekstrak tomat terbukti mampu menekan akumulasi lemak berlebih yang menyumbat sel-sel hati.
- Pembengkakan Sel (Hepatocytes Ballooning): Pada tikus tanpa terapi, sel-sel hatinya membengkak hingga rusak (seperti balon yang ditiup berlebihan). Namun, pada tikus yang mengonsumsi ekstrak tomat, skor pembengkakan sel ini turun drastis.
Rahasia Buah Tomat: Menguras Lemak & Memicu Perbaikan Sel
Bagaimana bisa buah yang sederhana ini menyelamatkan organ hati?
Jawabannya ada pada kandungan senyawa bioaktif di dalamnya, seperti likopen dan antioksidan tinggi. Senyawa-senyawa ini bekerja ganda:
- Pembersih Lemak: Mencegah minyak dan lemak jahat “menempel” dan menumpuk di jaringan hati.
- Pemicu Regenerasi: Merangsang sel-sel hati yang rusak agar bisa memperbaiki dirinya sendiri secara alami.
Harapan Baru dari Bahan Alami
Melalui penelitian ini, Rista Dwi Hermilasari dan koleganya memberikan bukti ilmiah bahwa bahan makanan sehari-hari seperti tomat bukan sekadar pelengkap masakan, melainkan obat alami berpotensi besar.
Di masa depan, temuan ini membuka peluang pengembangan vitamin atau suplemen kesehatan berbasis tomat yang aman untuk melindungi masyarakat dari bahaya gaya hidup dan makanan tinggi lemak.
Referensi:
Hermilasari, R. D., & Papendang, H. A. (2026). Hepatoprotective Effect of Solanum LycopersicumExtract Against High-Fat Diet-Induced Liver Injury in Rats. Sultan Qaboos University medical journal, 26(1), 284–290. https://doi.org/10.18295/2075-0528.2985